Loader
 

Revolusi Udang di Teras Rumah

sahabatpetani.com – Siapa kira udang bisa diusahakan di teras rumah? Inilah yang dilakukan Tommy Suharto di halaman rumah Di Menteng, Jakarta Pusat. Ia meletakkan kolam bulat berkerangka besi dan berlapis terpal sebagai media beternak udang vanamei. Biaya pembuatan kolam senilai Rp 10 juta. Kolam diisi air laut hingga 3 m3, awalnya salinitas menunjukkan 32 ppm. Air diperoleh dari took penyedia akuarium air laut. Selang sebulan, ditambahkan 200 liter air tawar, setiap 3 hari. Salinitas perlahan turun hingga belasan ppm.

Tommy menebar 25.000 benur PL 8 di kolam berukuran 7 m3. Memang jumlah itu terlalu padat, dibandingkan umumnya yang hanya mencapai 700-1.400 benur PL 8. Tommy mengandalkan 2 alat pemberi pakan otomatis yang selalu diisi setiap 6 jam. Pakan berupa pellet khusus udang. Kolam juga dilengkapi dengan 20 aerator untuk suplai oksigen. Pada bagian atas, kolam diberi atap untuk menghindari panas langsung dan terpaan hujan.

Setiap 3 bulan, Tommy pun berhasil panen udang. Karena terlalu padat, bobot udang pun beragam, dengan terbesar mencapai 10 gram per ekor. Mirip dengan bobot udang yang dibudidayakan di tambak. Citarasa udang pun serupa lezatnya. Menurut Sinung Rahardjo, Dosen Sekolah Tinggi Perikanan, Teknik budidaya udang terpal bukan hal baru. Skala ekonomisnya 2 kolam seluas masing-masing 35 m3. “Di perumahan yang lahannya 10 m3 pun bisa, hanya keuntungan terbatas,” ujar Sinung. Untuk kolam 7 m3 seperti kepunyaan Tommy dianjurkan ditebar 2.500 benur saja. Atau 400 benur udang per m3. Dengan demikian peternak bisa mendapatkan 10 kg udang per m3 . Produktivitas jauh lebih tinggi ketimbang tambak yang hanya menghasilkan 2 kg per m3.(SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment