Loader
 

Sejahterakan Petani Melalui Rempah-Rempah

sahabatpetani.com – Indonesia terkenal dengan negara agraris dimana sebagian besar masyarakatnya bekerja dan mencari rezeki dari sektor pertanian. Meskipun sebagian besar masyarakatnya bekerja di bidang pertanian, kondisi petani di daerah masih belum bisa dikatan sejahtera atau masih prasejahtera, ditambah lagi  pengolahan hasil panen yang masih sederhana dan kurang dieksplor oleh petani. Hal ini lah yang melatar belakangi Andhika Mahardika membangun sebuah perusahaan rintisan yang diberi nama Agradaya.

Agradaya berasal dari dua kata, Agra (agraria) dan Daya (berdaya). Agradaya sendiri adalah perusahaan yang fokus pada pengembangan sumber daya desa dan olahan pangan. Fokus pengembangan agradaya sendiri yaitu pada komoditas rempah biofarmaka atau rempah mpon-mpon dalam istilah Jawa. Awalnya cerita Andhika mengembangkan Agradaya adalah ketika ia melakukan travelling di daerah Kulon Progo tepatnya di menoreh, ia melihat banyak sekali potensi rempah-rempah seperti Jahe, Kunyit & Temulawak. Namun Andhika mengakui, petani yang ia temui masih belum optimal dalam budidaya, pasca panen dan pengolahannya. Dijualnya pun masih dalam bentuk mentah dan kalaupun diolah masih dengan cara yang sederhana, misalnya seperti pengeringan yang masih menggunakan sinar matahari langsung.

Dari situlah Mahardika mencoba menggali permasalahan yang dilalami petani dan mencari riset tentang potensi pasar dari rempah-rempah biofarmaka.Setelah melakukan riset, Mahardika dapat menyimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan petani akan pengolahan hasil panen menjadi salah satu penyebab kurangnya nilai jual produk mereka, padahal secara  ketersediaan pasar baik secara global maupun internasional serta potensi pasar untuk rempah-rempah biofarmaka masih sangat berkembang dan potensial. Dari situlah Mahardika ingin memberdayakan petani desa dan terbentuklah Agradaya.

Saat ini Agradaya secara spesifik bergerak untuk rempah-rempah biofarmaka atau rempah-rempah yang mempunyai fungsi kesehatan seperti jahe, jahe emprit, jahe merah, kunyit, temulawak dan sekarang ini sedang mengembangkan kunyit putih, temu mangga, dan temu ireng.

Dalam pengolahannya Agradaya menggunakan Solar Dryer House dimana alat ini mempunyai fungsi untuk mengeringkan rempah-rempah. Dan uniknya, alat ini menggunakan tenaga sinar matahari dan tidak menyebabkan polusi dan ramah lingkungan.

Produk-prooduk dari Agradaya sendiri terdiri dari 8 jenis varian produk yang terbagi dalam 2 tipe, yaitu rempah bubuk dan teh rempah. Untuk kemasan tersedia dua ukuran, yaitu ukuran 50 g dan 100 g dan saat ini sudah menembus pasar ekspor khususnya ke Inggris.

Saat Agradaya telah bekerja sama dengan lebih dari 300 petani untuk menghasilkan tanaman rempah biofarmaka. Hal ini sebagai bentuk pemberdayaan desa untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Dalam membina petani, Agradaya melakukan pelatihan dan pendampingan dengan cara terjun secara langsung untuk memonitoring dan mengevaluasi proses produksinya.

Untuk di daerah Trenggalek sendiri, akan dibangun rumah produksi dan pengeringan, dan untuk di Trenggalek Aggradaya mempunyai project management atau petugas wilayah yang bertugas untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara langsung.

Mahardika berharapĀ  kedepannya melakukan replikasi dan ingin lebih banyak melibatkan kelompok tani supaya dapat melakukan pasca panen dengan optimal, sehingga saat produk sudah keluar dari desa produk sudah siap untuk dikonsumsi. Mahardika juga berharap agar masayarakat lebih peduli terhadap rempah-rempah yang memang mempunyai fungsi untuk kesehatan.(FR/SP/foto:agradaya.id)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment