Loader
 

Siap Bersaing di Pasar Komersil, Petrokimia Gresik Luncurkan NPK Petro Ningrat

Lombok Barat, sahabatpetani.com – Petrokimia Gresik sebagai perusahaan solusi agroindustri dan sebagai anggota Holding PT Pupuk Indonesia, kembali meluncurkan produk pupuk NPK retail Petro Ningrat yang diadakan di Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat(NTB), pada minggu (24/11).

Launching yang dilakukan di hotel Sheraton Senggigi, Lombok Barat itu, dihadiri oleh direktur Utama beserta jajaran Direksi Petrokimia Gresik dan anak perusahaan beserta tamu undangan. Direktur Utama, Rahmad Pribadi memaparkan bahwa launching produk baru ini sebagai bentuk bagian usaha Petrokimia Gresik dalam memperkuat lini barisan produk komersil Petrokimia Gresik. “Kami ingin memperkuat barisan produk komersil kami, dimana saat ini Petrokimia Gresik baru menguasai sekitar 10-15% market share pupuk NPK retail komersil di Indonesia”, ujarnya.

Selain memperkuat barisan produk komersil, launching ini juga merupakan bagian upaya Petrokimia Gresik dalam melakukan transformasi bisnis dengan sasaran memperluas pangsa pasar dan menambah macam produk NPK yang dimiliki oleh Petrokimia Gresik, yang telah memiliki NPK Phonska Plus dan NPK Petro Nitrat untuk produk non subsidi.

Hal ini juga sebagai bentuk strategi yang diambil Petrokimia Gresik dalam menghadapi isu pengalihan pupuk subsidi yang mulai berhembus sejak tahun 2018 lalu dan kini kebijakan tersebut semakin kuat berhembus. Sehingga Petrokimia Gresik harus siap siap bersaing di pasar komersil.

Pupuk NPK Ningrat 12-11-20 yang diluncurkan kali ini dengan kemasan 20 kg ini memiliki formula N=12%, P=11%, dan K=20%, dimana kandungan Nitrogen dalam bentuk Nitrat dan rendah chlor. Keunggulan yang dimiliki mampu memperbaiki aroma, warna, rasa dan kelenturan dari daun tembakau. Kemudian dapat membuat tanaman lebih tegak dan kokoh; merangsang pembentukan umbi dan buah; cocok digunakan untuk lahan kering; serta larut dalam air sehingga mudah diserap tanaman.

Sebelumnya NPK Petro Ningrat ini sudah dilakukan uji di beberapa wilayah, contohnya aplikasi NPK Petro Ningrat  yang dilakukan di Kota Batu, Jawa Timur yang dilakukan pada komoditi kentang. Menunjukkan adanya peningkatan sebesar37 persen dan mampu menghasilkan 41,25 ton per hektare. Tak hanya itu uji coba yang dilakukan di daerah Jember dan Lombok Timur  pada komoditi tembakau, mampu menghasilkan 1,6 ton dan 1,5 ton per hektare. Panen tersebut mengalami kenaikan sebesar 10,6% dan 11% dari kebiasaan panen yang dilakukan petani sekitar. Sedangkan pada tanaman bawang putih yang dilakuka di Kabupaten Nganjuk dapat menghasilkan 18  ton per hektare, dimana hasil tersebut mengalami peningkatan sebesar 28,5 %.

“Dalam uji coba tersebut, NPK Petro Ningrat diaplikasikan bersamaan dengan pupuk organik Petroganik dan ZA”, terang Rahmad.

Selain launching produk baru, pada acara tersebut juga dilakukan launching kemasan baru dengan tujuan memperkuat positioning perusahaan di pasar komersil dengan menggunakan desain yang senada dan warna berbeda-beda untuk setiap produk.

Launching kantong baru oleh Direktur Utama dan jajaran Direksi Petrokimia Gresik

Selain itu, dengan adanya desain kantong baru ini diharapkan konsumen lebih mudah mengetahui dan mengidentifikasi produk pupuk komersil Petrokimia Gresik. Adapun produk yang mengalami re-design antara lain NPK Petro Nitrat 16-16-16, Phonska Plus, NPK Kebomas, ZK Petro, ZA Petro, SP-36 Petro, dan Urea Petro.(SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment