Loader
 

Siem Madu Pilihan Tepat Pekebun Jeruk

sahabatpetani.com – Siapa sangka jeruk di depan mata ini produksi lokal? Penampilan kulit jeruk tampak mengilap dengan warna jingga cerah. Sosoknya bisa disandingkan dengan penampilan jeruk impor. Saat dirasakan, kesegaran berpadu dengan rasa manis yang memenuhi mulut. Cita rasa jeruk dominan manis dan nyaris tanpa masam.  Tingkat kemanisan jeruk mencapai 13o briks. Padahal, buah yang dicicip adalah hasil panen saat curah hujan tinggi. “Kalau musim kemarau bisa lebih manis lagi,” ujar Jasa Bagastara, Pemilik kebun di desa Sadu, Soreng. Jawa Barat.

Bagas menyebutnya sebagai Jeruk Manis Sadu, diambil dari nama sebuah desa di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Nama sadu diberikan mengacu nama lokasi kebun yang diusahakan Bagas. Sejatinya jenis jeruk yang dikebunkan adalah varietas siam madu medan. Alumnus Jurusan Teknik Industri Universitas Jenderal Ahmad Yani di Kota Bandung, Jawa Barat, itu menanam siam madu medan di lahan 5 hektare di Desa Sadu pada Januari 2013. Ia mendatangkan langsung bibit jeruk dari Brastagi, Sumatera Utara, kampung asal Bagas. Menurutnya, ia mewarisi usaha yang digeluti sang Ayah sebagai pekebun jeruk.

Informasi dari Sustra Ginting dari Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Sumatera Utara, jeruk siam madu memang telah lama diusahakan oleh para petani. Tepatnya sekitar 1979.  Kabupaten Karo merupakan salah satu sentra pengembangan jeruk Siem Madu. Jenis ini digemari karena rasa buah yang manis, warna buah yang atraktif, gampang dikupas, dan mengeluarkan bau harum khas jeruk. Jenis ini juga lebih mudah dikembangkan dan cepat berbuah.

Menurut peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ir. Arry Supriyanto, M.S., di Indonesia terdapat berbagai macam jenis jeruk siam Citrus nobilis. Selain memiliki nama yang berbeda di setiap daerah, jeruk siam juga memperlihatkan banyak perbedaan warna kulit buah mulai dari hijau tua hingga kuning cerah serta ketebalan kulit buah. Menurut Arry, Keragaman itu merupakan suatu kekayaan dalam plasma nutfah perjerukan nasional.

Pada umur 3 tahun, pohon ini sudah bisa berbuah dan dipanen.  Bagas membaginya dengan melakukan standarisasi bobot buah per kilogram. Bagas menjual hasil panen melalui media sosial. Kini jeruk jema’s sohor sebagai buah tangan khas Kabupaten Bandung. Beberapa konsumen dari Kabupaten Bandung dan Kota Bandung bahkan datang langsung ke kediaman Bagas untuk memborong jeruk. Beberapa pasar swalayan pun kini mulai melirik jema’s dan meminta pasokan. Kini Bagas baru mampu melayani 4 perusahaan ritel besar di Kota Bandung. Saking banyaknya, Bagas lalu bermitra dengan 7 pekebun lain. Jenis ini diyakini memiliki prospek cerah untuk diusahakan secara komersial.(SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment