Loader
 

Terbukti Hasilnya Bagus, Demplot Phonska Oca Tingkatkan Produktivitas

sahabatpetani.com – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui panen raya padi pada lahan demonstration plot (demplot) di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Kamis (3/9).

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Lamongan H. Fadeli, Vice President Departemen Promosi dan Perencanaan Pemasaran Petrokimi Gresik Andri Puji Handoyo, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulisty,  jajaran forkopimda Kabupaten Lamongan, jajaran Koordinator BPP dan Penyuluh Pertanian Kecamatan dan Distributor Petrokimia serta kelompok tani sekitar.

Dalam sambutannya, Andri selaku VP Departemen Promosi dan Perencanaan Pemasaran Petrokimi Gresik menjelaskan bahwa Kegiatan “Panen Raya Pertanian Tangguh KOmoditi Padi Varietas Inpari 42” merupakan upaya dukungan kami sebagai perusahaan solusi agroindustri untuk memperkuat sektor pertanian dalam negeri yang berkelanjutan.

“Intensifikasi pertanian dan perbaikan kualitas lahan menjadi salah satu strategi untuk menggenjot produksi dan produktivitas tanaman pangan di tengah ancaman krisis pangan,” ungkapnya.

Dari hasil aplikasi pupuk NPK Phonska Plus dan pupuk organik cair Phonska Oca pada lahan demplot ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi menjadi 11,97 ton GKP/Ha, atau meningkat 0,69 ton/ha dari hasil panen kebiasaan petani setempat sebesar 11,28 ton/ha.

Adapun pemupukan berimbang rekomendasi Petrokimia Gresik yaitu menggunakan pupuk organik Petroganik (500 kg/ha), NPK Phonska Plus (300 kg/ha) dan Urea (200/ha). Dalam pola ini, Petrokimia Gresik juga mengajak petani untuk menjaga kelestarian alam melalui penggunaan pupuk organik. Sedangkan penggunaan NPK Phonska Plus berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi.

NPK Phonska Plus merupakan pupuk komersil unggulan Petrokimia Gresik dengan formulasi 15-15-15 yang diperkaya dengan unsur hara mikro Zink. Pupuk ini menjadi relevan karena kandungan Zink pada lahan pertanian di Indonesia sudah sangat berkurang. Inilah keunggulan NPK Phonska Plus yang tidak dimiliki NPK Phonska bersubsidi.

Selain itu, pada demplot ini juga diaplikasikan pupuk organik cair Phonska Oca. Dimana pada luasan satu hekktare cukup diaplikasikan 5 liter Phonska Oca. Phonska OCA yang merupakan bentuk komitmen kami untuk turut berperan serta dalam upaya peningkatan hasil pertanian dan perbaikan kondisi lahan di Indonesia melalui pertanian berkelanjutan.

Phonska Oca merupakan pupuk yang memiliki kandungan unsur hara majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair dengan kandungan C-Organik minimal 6%, serta diperkaya dengan unsur mikro serta mikroba fungsional yang bermanfaat untuk tanah dan tanaman.

Adapun hasil analisa usaha tani pada hasil panen raya tersebut sebagai berikut:

A. Demplot Phonska Oca

Pupuk : 5 Liter/Ha Phonska Oca + 100 Kg/Ha Phonska Plus + 200 kg/Ha Phonska Subsidi + 200 Kg/Ha Urea Subsidi + 500 Kg/Ha Petroganik

Biaya Pupuk : Rp 2.180.000,-

Hasil Panen : 11,97 ton GKP/Ha

B. Demplot Non Phonska Oca

Pupuk : 300 kg/Ha Phonska Subsidi + 200 Kg/Ha Urea Subsidi + 500 Kg/Ha Petroganik

Biaya Pupuk : Rp 1.260.000,-

Hasil Panen : 11,28 ton GKP/Ha

C. Analisa Usaha Tani

Selisih biaya pupuk (A-B) = Rp 920.000,-

Terdapat Selisih Profit (A-B) = 690 Kg x Rp 4.900,- (Harga gabah saat ini) = Rp 3.381.000,- per Musim Tanam

“Dari hitungan analisa usaha tani tersebut, dapat diinformasikan bahwa dengan penambahan Phonska Oca pasti akan meningkatkan biaya pemupukan. Namun, hasil panen pun lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa menggunakan Phonska Oca. Petani mendapatkan tambahan untung setiap panen 1 (satu) juta rupiah,” pungkas Andri.(SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment