Loader
 

Tiga Mangga Merah Favorit

sahabatpetani.com – Teddy Sulistyo memutuskan untuk langsung terbang ke Thailand begitu melihat unggahan dua jenis mangga di media sosial. Dua mangga itu red ivory dan yuwen-6 jenis baru. Tiba di negeri Gajah Putih, ia langsung menuju Chatuchak, pusat jual beli bibit tanaman di pusat Kota Bangkok. “Saya membeli 5 bibit berukuran 50 cm untuk masing-masing jenis pohon,” ujar pehobi buah dan tanaman hias di Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu. Teddy kapok memesan dari penjual lokal karena beberapa kali tertipu.

Tiba di tanah air, Teddy langsung menanam red ivory dan yuwen-6 di kebun. Bibit yang dibeli 4 tahun silam itu mulai berbuah pada umur 2,5—3 tahun. Sosok buah seperti yang diidamkan. Red ivory bentuknya memanjang dengan ujung meruncing, bobot berkisar 350—400 gram, kulit buah jingga. Daging buah bertekstur lembut dengan serat cukup besar tapi lunak. Cita rasa masam masih terasa lebih kuat dibanding rasa manis. “Mangga itu cocok untuk selera orang Benua Eropa dan Amerika,” ujar pemilik nurseri Pohon Buah itu.

Sosok buah yuwen-6 ujungnya lebih membulat, kulit berwarna kuning cerah dan menjadi merah ketika matang, bobot mencapai 300 gram per buah. Tekstur daging sedikit serat, tebal, dengan biji yang tipis. Citarasa yuwen-6 dominan manis. Aroma harum menguar dari mangga matang. Dengan keistimewaan itu yuwen-6 menjadi salah satu incaran kolektor buah. Sayang kematangan buah di pohon kerap tidak serempak. Ada yang muda, setengah matang, dan matang. Di sisi lain, karakter itu membuat buah terus-menerus tersedia.

Teddy merawat yuwen-6 dan red ivory seperti merawat mangga lain. Pemupukan paling banyak menggunakan pupuk organik. Pemberiannya saat tanaman mulai berbunga dan setelah panen buah, cukup 5 bulan sekali saja. Teddy juga memberikan pupuk anorganik. Penyiraman setiap hari saat kemarau terutama ketika tanaman tengah berbunga dan berbuah.

Teddy membungkus buah pada saat kulit buah mangga sudah mengeluarkan warna semburat merah. Bahan yang digunakan adalah semacam kertas minyak berwarna cokelat . Pembungkusan itu untuk melindungi dari serangan hama lalat buah. Namun, ternyata pembungkusan juga membuat warna kulit merata di seluruh bagian. Ia memangkas tunas-tunas air setelah masa panen. Sekitar 2 bulan kemudian bunga muncul kembali. Pemangkasan juga membuat sirkulasi udara di sekitar tanaman bagus sehingga tanaman jarang diserang hama dan penyakit. Hama yang menyerang kutu putih yang diatasi dengan insektisida kimia menggunakan dosis minimum.

Mangga baru lain valencia pride, koleksi pehobi di Malang, Jawa Timur, Ahut F Hendarul. Meski bernama valencia Mangifera indica itu sejatinya bukan berasal dari Spanyol, tapi Florida, Amerika Serikat. Nama valencia disematkan karena sang pemilik pohon induk memiliki darah keturunan Spanyol. Menurut Arul mangga valencia pride dirilis sekitar 2012. Valencia pride merupakan anakan dari mangga haden hasil perbanyakan dari biji yang mengalami perubahan signifikan.

Arul mendapatkan mangga itu pada 2013 berupa entres dari rekan di Spanyol. Ia melihat gambar di internet, ada mangga yang penampilannya bagus yaitu besar dan panjang. Spontan tertarik dan segera mengontak pemilik untuk membeli anakannya. Valencia pride tampil menarik dengan kulit berwarna merah muda ketika pembuahannya terkena sinar matahari langsung.

Kesabaran Arul diuji lantaran lamanya masa pengiriman antarnegara. Sebulan pascapemesanan, 5 entres sepanjang 10 cm pun tiba dengan selamat di kediamannya. Entres itu terbungkus plastik parafin sehingga kelembapannya terjaga. Arul segera menyambung entres ke batang mangga manalagi dan mangga gedong gincu. Sayang sekali, saat itu batang bawah mangga manalagi kurang sehat sehingga mati. Hanya tersisa satu entres yang tersambung di pohon mangga gedong gincu umur 2 tahun

Ia memupuk setahun sekali dengan segenggam NPK yang dilarutkan dalam 10 liter air. Menurut alumnus Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang itu, valencia pride adaptif di tanah air, pertumbuhan vegetatifnya bagus dan bongsor. Valencia pride mulai berbuah pada umur 3 tahun pascasambung. Arul panen perdana pada 2016 sebanyak 5 buah. Bobotnya berkisar 250—350 gram per buah. Dari berbunga sampai panen butuh 90—100 hari. Rasanya manis, minim serat sehingga mudah disendok untuk mengonsumsinya. Aromanya pun harum. Sayang, valencia pride masih memiliki cita rasa asam yang kurang pas dengan lidah Indonesia. Arul mengatakan, konsumen lokal menyukai mangga yang cita rasanya manis saja. Oleh karena itu menurut Arul mangga merah berbentuk lonjong itu untuk cocok untuk koleksi pehobi, bukan kebun komersial.

Pada panen berikutnya November 2017 Arul mendapatkan 40-an buah. Buah bertambah bongsor, bobot rata-rata 500 g per buah. Sayang saat itu kebetulan musim hujan sehingga rasa manisnya kurang maksimal. Kelemahan lain, kulit tipis sehingga gampang terserang antraknosa sehingga berbercak hitam. Peneliti mangga dari Balai Penelitian Tanaman Buah, Kebun Percobaan Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur, Ir Rebin, mengatakan tantangan budidaya mangga merah di tanahair yakni mempertahankan warna aslinya. Umumnya mangga merah yang dibudidayakan di Indonesia sulit mengeluarkan warna aslinya

Pada kasus yuwen misalnya. Di tanah air mangga asal Taiwan itu lazimnya memasuki masa berbuah pada November—Januari. Pada bulan-bulan tersebut paparan sinar matahari relatif singkat karena datangnya musim hujan. Minimnya paparan sinar matahari membuat mangga merah sulit berwarna optimal. Sebab warna merah pada kulit buah mangga dibentuk oleh antosianin. Pigmen itu terbentuk manakala kulit buah mendapat sinar matahari cukup panjang. Kecocokan cita rasa dengan selera calon konsumen juga perlu diuji coba supaya tidak mengalami kerugian setelah penanaman massal.(SP/foto: shopee)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment