Loader
 

Yuk Bikin Pakan Patin Sendiri

sahabatpetani.com – Ernawati, seorang peternak ikan patin di Batanghari Jambi kini mampu tersenyum lebar. Produksinya bisa mencapai 3 kali lipat dari biasanya.  Apa rahasianya? Ternyata pembuatan pakan sendiri menjadi kunci penting kenaikan produktivitas. “Saya menggunakan pakan buatan sendiri berbahan baku lokal dan disukai ikan”, ujar Erna. Konon, ia beroleh resep dari seorang teman yang mengikuti pelatihan di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi. Di bidang perikanan, para ahli menyebutnya sebagai least cost formulation (LCF), sebutan untuk Pakan Formulasi Murah. Dengan mengandalkan sumber pakan lokal, maka peternak menjadi mandiri dan memperoleh margin lebih besar. Bandingkan dengan harga pakan asal pabrik yang jauh lebih tinggi.

Untuk meramu pakan sendiri, Erna memiliki jadwal sendiri. Ia mematok waktu seminggu sekali dengan produksi mencapai 1 ton. Untuk per 100 kg pakan dibutuhkan 20 kg bungkil kopra, 30 kg dedak, 50 kg ikan asin dan 1 kg vitamin. Setelah terkumpul seluruh bahan, aduk secara merata lalu fermentasikan selama 2 hari.

Giling semua bahan hasil fermentasi dan bentuk menjadi pelet. Selanjutnya jemur pelet selama 1 hari dan kemas dalam karung berbobot 15-35 kg sesuai umur ikan. Dengan komposisi pakan seperti itu kandungan protein meningkat pesat mencapai 25-27%. Sebelumnya 20-25%.(SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment