Potensi Kentang di Argosari Bisa Tembus 20 Ton Per Hektar

H. Mulyono menunjukkan kentang hasil uji aplikasi Petrogladiator dan Petrobio Fertil (Foto: Made Wirya)

Dari Uji Aplikasi Petrogladiator dan Petrobio Fertil di Lumajang

Hasil uji aplikasi Petrogladiator dan Petrobio Fertil untuk kentang di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, cukup memuaskan. Dari sebelumnya yang hanya mampu panen 11 ton per hektar, bisa meningkat menjadi 14 ton per hektar, dengan varietas benih yang sama. Hal ini disampaikan oleh H. Mulyono (36) petani yang lahannya dijadikan lokasi uji aplikasi. “Saya yakin hasilnya bisa meningkat lagi seandainya didukung oleh cuaca yang bagus. Untuk musim tanam berikutnya, saya menargetkan bisa tembus 20 ton per hektar. Insya Allah,” harapnya

Selain mengaplikasikan Petrogladiator dan Petrobio Fertil, peningkatan panen kentang di lahan H. Mulyono juga ditunjang dengan pemupukan yang ideal. Dia menggunakan PHONSKA Plus, NPK dengan tambahan unsur Zn, dan pupuk ZA.  Pengaruh Petrogladiator sangat kentara dengan meningkatnya kualitas kompos. “Selama ini petani langsung menebar kotoran hewan ke lahan, karena masih belum menjadi kompos, berakibat pada daun kentang layu, hingga menyebabkan kematian,” jelas H. Mulyono.

Keberhasilan panen kentang di lahan H. Mulyono dirayakan oleh Petrokimia Gresik dan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, pada 6 September 2017. Dalam sambutannya Kadis Pertanian Kabupaten Lumajang Ir. Paiman, M.Si,  mendukung kegiatan ini. Petani dan Petrokimia Gresik hendaknya sama-sama semangat untuk mengembangkan potensi pertanian di Lumajang. “Kami sangat mendukung uji aplikasi di wilayah kami, mengingat pentingnya pupuk hayati untuk memperbaiki kesuburan tanah,” kata Paiman di hadapan 125 undangan yang hadir. (Made Wirya).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *